3.1.a.7. Demontrasi Kontekstual -Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

 

Jurnal Monolog 3.1.a.7 (Demonstrasi Kontekstual)

 

Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Oleh :

 Teti Kurniawati, M.Pd.

CGP Angkatan 2

SMP Negeri 3 Baleendah, Kabupaten Bandung

 



           Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif, dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Peran seorang guru penggerak salah satu diantaranya adalah sebagai pemimpin pembelajaran. Saya sadar tugas sebagai pemimpin pembelajaran tersebut tidaklah mudah, terutama dalam mengambil keputusan yang tepat. Dalam kegiatan pembelajaran atau dalam interaksi dengan komunitas sekolah dan masyarakat banyak hal atau keputusan penting yang harus di lakukan oleh seorang guru. Namun dengan mempelajari modul 3.1 tentang Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran saya sudah memiliki dasar pengetahuan bagaimana mengambil keputusan yang tepat. Saya jadi mengetahui cara mengambil dan menguji keputusan yang efektif dan membedakan kasus atau situasi yang saya hadapi apakah itu dilemma etika atau bujukan moral. Materi yang dipelajari pada modul 3.1 sangat memperkaya wawasan dan keterampilan untuk pengambilan keputusan dalam pembelajaran di kelas.

Sebagai pemimpin pembelajaran, saya berencana untuk mentransfer dan menerapkan pengetahuan atau pengalaman yang sudah saya peroleh tersebut di sekolah atau lingkungan saya dengan cara melakukan pengimbasan tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran pada komunitas praktisi di sekolah saya. Selain itu juga mengajak rekan sejawat di sekolah untuk berkolaborasi dalam menerapkan prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang efektif. Saya juga akan menerapkan prinsip coaching dalam proses ini.

Langkah awal yang akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran adalah dengan mencermati terlebih dahulu kasus yang dihadapi apakah termasuk kasus dilema etika atau bujukan moral. Setelah itu menentukan paradigma apa yang ada pada permasalah tersebut. Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan sebagai berikut yaitu  Individu lawan masyarakat (individual vs community), rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), dan jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term). Kemudian menentukan prinsip yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan. Prinsip-prinsip yang dimaksud yaitu prinsip berfikir berbasis hasil (Ends-Based Thinking), prinsip berfikir berbasis rasa peduli (Care-Based Thinking) dan prinsip berfikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking). Langkah selanjutnya adalah menerapkan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan diantaranya mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan, menentukan siapa yang terlibat dalam situasi, mengumpulkan fakta-fakta yang relevan, pengujian benar atau salah (uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi dan uji panutan), pengujian paradigma yang terjadi pada kasus  yang dihadapi, menentukan prinsip yang akan digunakan, investigasi opsi trilema, membuat keputusan, serta lihat lagi keputusan dan refleksikan.

Langkah-langkah pengambilan keputusan tersebut akan saya terapkan secepat mungkin ketika saya menghadapi kasus dilema etika untuk menghindari adanya permasalahan baru serta agar tidak mengambil resiko dalam membuat keputusan. Keputusan yang saya ambil tersebut harus dapat dipertanggung jawabkan dan berdasar pada nilai-nilai kebajikan.

Dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, tidak dapat dilakukan dan diputuskan sendiri. Saya membutuhkan pendamping yang dapat saling berbagi masukan dan saran terkait pengambilan keputusan, sehingga keputusan yang telah diuji dan dibuat tersebut lebih tepat dan efektif serta dapat dipertanggungjawabkan. Pendamping dalam pengambilan keputusan tersebut adalah Kepala sekolah, para wakasek, dan rekan sejawat. Selain itu saya juga akan berkolaborasi dan bertukar pikiran dengan rekan sesama CGP. Dengan adanya komunikasi yang baik, ketika menemui kendala saya dapat menemukan solusinya melalui kegiatan diskusi dan saling berbagi pengalaman.



Komentar